Minim Pengawasan, Proyek Jalan Lataston Bernilai Rp 1 Miliar di Sukadana Jadi Sorotan GML-IB dan LPK Yaperma
Gmlnews tv.com Lampung Timur
Proyek peningkatan jalan hingga lataston pada ruas Nyampir – Sumber Gede, titik pekerjaan Desa Mataram Marga, Dusun Pukem, Kecamatan Sukadana, kembali menuai sorotan publik. Pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Timur Tahun 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp 1 miliar dinilai jauh dari maksimal.
Pantauan di lapangan yang dilakukan Gema Masyarakat Lokal Indonesia Bersatu (GML-IB) dan LPK Yaperma mengungkap sederet dugaan ketidaksesuaian teknis. Pihak pelaksana disebut mengabaikan standar K3, pekerja tampak bekerja tanpa perlengkapan keselamatan dasar, tidak ada papan keselamatan, serta minim rambu penunjuk proyek.
Lebih jauh, ketebalan lapisan lataston menjadi sorotan tajam. Sejumlah titik dinilai tidak seragam dan jauh di bawah spesifikasi standar pekerjaan jalan pada umumnya.
Kami menduga pekerjaan ini tidak memenuhi standar konstruksi. Ketebalan jalan jelas tidak maksimal, ada indikasi hanya sekadar menutup permukaan agar terlihat selesai tegas perwakilan GML-IB bersama LPK Yaperma saat investigasi lapangan,Rabu 26 november 2025.
Pihak ormas dan lembaga kontrol sosial tersebut menilai minimnya pengawasan dari Dinas terkait membuka peluang penyimpangan. Apalagi dengan nilai anggaran cukup besar, masyarakat berhak mendapatkan kualitas pekerjaan yang memadai dan bertahan lama.
Kalau dibiarkan, publik hanya mendapat debu dan lumpur, bahkan jadi genangan air saat musim hujan,dalam hitungan bulan.Ini rawan merugikan negara dan masyarakat tambahnya.
GML-IB dan LPK Yaperma memastikan akan melayangkan laporan ke aparat penegak hukum dan inspektorat daerah, apabila pekerjaan tidak dilakukan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis.
Masyarakat Dusun Pukem sendiri menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Karena itu, mereka berharap dinas maupun pelaksana proyek tidak bermain-main dengan kualitas pekerjaan.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak dinas teknis maupun kontraktor belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan yang dimaksud.(Tim)
Komentar